Gelar Doa Bersama, Solidaritas dari Banten untuk Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang

Selasa, 4 Oktober 2022

Laporan RN

Indonesilivetv.com,LEBAK BANTEN –
Dalam rangka doa bersama dan aksi menyalakan lilin sebagai bentuk duka cita dilakukan di Bukit Pasirpeti, Desa Cikamunding, Kecamatan Cilograng Kab. Lebak, Banten, Senin (03 Oktober 2022) malam ini, Pukul 20.00 WIB.

Sepak bola Indonesia kembali berduka dengan adanya insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam. Tercatat 182 orang meninggal dunia setelah pertandingan antara Arema FC VS Persebaya Surabaya.

Sepak bola yang seharusnya menjadi hiburan rakyat dan dapat dinikmati setiap golongan dengan suka cita, justru menimbulkan korban jiwa. Selain korban meninggal dunia, ada 180 orang yang masih dalam perawatan di rumah sakit. 

Warga di Desa Cikamunding Banten terketuk hatinya atas insiden maut dan memilukan di Malang. Tragedi ini membuat Oficial dan suporter Kamuning FC serta warga Desa Cikamunding, Cilograng, Banten menggelar aksi solidaritas yang dilakukan di Lapangan terbuka bukit Pasirpeti.

Menurut ketua tim suporter Kamuning FC, Edi Nurjaman, tragedi ini sangat memilukan dan tak pernah terbayang bisa menjadi tragedi semengerikan ini.

Sepak bola yang menjadi hiburan justru menimbulkan korban jiwa, bahkan di antaranya perempuan dan anak-anak.

“Untuk itu, malam ini, kita berkumpul, memanjatkan doa, agar tidak ada kejadian serupa, serta memohon agar pihak berwajib mengusut tuntas persoalan ini,” kata dia

“Kami melakukan doa dan menyalakan lilin bersama sebagai bentuk duka mendalam, serta penghormatan kami untuk seluruh korban jiwa atas kejadian di Stadion Kanjuruhan Malang dan semoga keluarga yang ditinggalkan di beri ketabahan dan kekuatan,” lanjutnya.

Senada disampaikan Kepala Desa Cikamunding, Yayan Hendayana yang menyampaikan duka mendalam atas tragedi tersebut

“Kami menyampaikan duka mendalam bagi dunia sepak bola kita. Kepada para korban, mari kita bersama-sama mendoakan agar mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya,” 

Yayan juga berharap agar insiden di Kanjuruhan ini menjadi yang terakhir kalinya dalam dunia sepakbola “Semoga hikmah dari tragedi ini adalah bisa memperbaiki sepak bola kita ke depannya, yang jelas tidak ada sepak bola seharga nyawa manusia” Tutupnya.

banner-panjang

Baca Juga

Berita Terkait