Indonesialivetv.com LAHAT, — Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih, S.H., M.H., menghadiri tasyakuran aqiqah Hanna Tsabita Nayyara, putri dari Bayu Hidayat dan Fenny Marsellly, yang digelar di gang Lematang 2 Kelurahan Kota Jaya, Kabupaten Lahat, Jumat (25/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Widia Ningsih yang hadir selaku tuan rumah menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada seluruh keluarga dan tamu undangan yang telah meluangkan waktu untuk hadir dalam acara tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini kita berkumpul dalam rangka tasyakuran aqiqah. Terima kasih kepada Bapak-Ibu dan seluruh tamu undangan yang telah menyempatkan hadir,” ujar Widia dalam sambutannya.
Menurutnya, kelahiran seorang anak merupakan karunia sekaligus amanah dari Allah SWT yang patut disyukuri. Ia mengatakan, kehadiran Hanna Tsabita Nayyara menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarga Bayu Hidayat dan Fenny Marsellly.
Widia juga menyinggung bahwa setiap keluarga memiliki perjalanan berbeda dalam memperoleh keturunan. Karena itu, kelahiran seorang anak hendaknya disambut dengan rasa syukur dan doa agar tumbuh menjadi pribadi yang baik serta bermanfaat.
Ia menjelaskan, aqiqah merupakan ibadah yang hukumnya sunnah dan sangat dianjurkan dalam Islam. Untuk anak perempuan, aqiqah dilakukan dengan menyembelih satu ekor kambing, sedangkan untuk anak laki-laki dua ekor kambing.
“Ini merupakan wujud syukur kita kepada Allah SWT karena telah dikaruniai seorang anak. Hari ini keluarga melaksanakan tasyakuran sekaligus mendoakan agar anak ini mendapatkan keberkahan,” katanya.
Dalam acara tersebut, keluarga juga memperkenalkan nama Hanna Tsabita Nayyara. Widia berharap nama yang diberikan kedua orang tua tersebut menjadi doa yang menyertai tumbuh kembang sang buah hati.
Ia berharap Hanna kelak menjadi anak yang salehah, berbakti kepada kedua orang tua, memiliki iman dan Islam yang kuat, serta memberikan manfaat tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat dan bangsa.
Lebih lanjut, Widia mengingatkan bahwa anak pada hakikatnya merupakan amanah dari Allah SWT. Orang tua, kata dia, memiliki tanggung jawab untuk menjaga, mendidik, dan membimbing amanah tersebut dengan sebaik-baiknya.
“Anak itu tetap milik Allah, bukan milik orang tuanya. Orang tua hanya dititipi oleh Allah SWT. Karena itu, kita harus menjaga dan mendidiknya dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.
Widia juga menyampaikan bahwa pelaksanaan aqiqah pada dasarnya dianjurkan pada hari ketujuh setelah kelahiran. Jika belum memungkinkan, dapat dilaksanakan pada hari ke-14 atau ke-21, dan apabila belum terlaksana pada waktu tersebut, aqiqah tetap dapat dilakukan sesuai kemampuan.
Selain sebagai bentuk rasa syukur, Widia menilai kegiatan tasyakuran tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antarkeluarga dan masyarakat.
Menurutnya, menghadiri berbagai kegiatan masyarakat tidak sekadar memenuhi undangan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk bertemu, berjabat tangan, mempererat hubungan kekeluargaan, dan menjaga tali silaturahmi.
“Selain menghadiri tasyakuran aqiqah, ini juga menjadi bagian dari silaturahmi. Kita bisa bertemu, bersalaman dan mempererat hubungan. Insya Allah, orang yang senantiasa menjaga silaturahmi akan mendapatkan keberkahan umur dan rezeki,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Widia Ningsih kembali menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu yang telah hadir. Ia juga memohon maaf apabila dalam penyambutan maupun pelaksanaan acara terdapat kekurangan.
Ia berharap seluruh rangkaian tasyakuran aqiqah Hanna Tsabita Nayyara mendapat keberkahan dan menjadi doa baik bagi sang anak serta kedua orang tuanya.
“Semoga apa yang telah dilaksanakan hari ini mendapat keberkahan dari Allah SWT dan menjadi kebaikan bagi keluarga,” pungkasnya. (Ir)