Indonesialivetv.com Lahat, – Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai Pentas Seni dan Tasyakuran Pelepasan Siswa-Siswi Kelas VI SD Negeri 10 Merapi Timur Tahun Pelajaran 2025/2026 yang digelar pada Kamis (4/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, yang menyempatkan hadir di tengah padatnya agenda pemerintahan.
Kepala SD Negeri 10 Merapi Timur, Herlina, S.Pd dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran Wakil Bupati yang dinilai menjadi motivasi besar bagi seluruh keluarga besar sekolah.
“Kami sangat bangga dan merasa terhormat atas kehadiran Ibu Widia Ningsih di tengah jadwal beliau yang sangat padat. Kehadiran beliau menjadi penyemangat bagi kami, khususnya bagi anak-anak yang hari ini menyelesaikan pendidikan di tingkat sekolah dasar,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para wali murid yang telah mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada SD Negeri 10 Merapi Timur, serta kepada seluruh dewan guru yang telah mendedikasikan tenaga dan ilmu demi kemajuan peserta didik.
Dalam kesempatan tersebut, Herlina juga menyampaikan pantun yang disambut meriah para hadirin. Pantun itu menggambarkan sosok Widia Ningsih sebagai inspirasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi dan berani bermimpi.
Dalam sambutannya, Widia Ningsih mengawali pidato dengan pantun yang menggambarkan kebahagiaan atas pelepasan siswa-siswi kelas VI.
Ia mengungkapkan bahwa kehadirannya di SD Negeri 10 Merapi Timur memiliki makna tersendiri karena sekolah tersebut merupakan bagian dari kenangan masa kecilnya.
“Saya senang bisa kembali ke sini karena ini merupakan kampung halaman saya. Dulu saya juga sekolah di sini. Banyak kenangan masa kecil yang masih saya ingat, mulai dari bermain bersama teman-teman hingga suasana sekolah yang saat itu masih sangat sederhana,” ungkapnya.
Widia mengaku rela membatalkan agenda lain demi memenuhi undangan pihak sekolah yang telah disampaikan sejak jauh hari. Namun demikian, ia meminta masyarakat memahami apabila di masa mendatang dirinya tidak dapat menghadiri seluruh undangan karena tugas sebagai Wakil Bupati mengharuskannya melayani seluruh wilayah Kabupaten Lahat.
Dalam pidatonya, Widia juga memberikan perhatian khusus terhadap pola asuh anak di era digital. Menurutnya, penggunaan gawai secara berlebihan dapat memengaruhi perkembangan motorik dan sosial anak.
Ia mengingatkan para orang tua agar tidak memaksakan anak belajar di luar tahap perkembangan usianya. Menurutnya, anak usia dini membutuhkan ruang bermain yang cukup sebagai bagian dari proses tumbuh kembang.
“Anak-anak memiliki waktunya masing-masing untuk berkembang. Jangan memaksakan mereka harus terlihat hebat lebih dulu dibanding anak lain. Yang penting mereka tumbuh dengan bahagia dan menikmati proses belajarnya,” pesannya.
Selain memberikan motivasi kepada siswa dan orang tua, Widia juga menyoroti kebutuhan sarana dan prasarana sekolah. Ia mengungkapkan bahwa pembangunan musala SD Negeri 10 Merapi Timur telah diusulkan untuk direalisasikan pada tahun ini.
Tidak hanya itu, ia meminta agar kursi-kursi belajar yang sudah tidak layak segera diganti melalui anggaran yang tersedia. Ia juga menanggapi usulan pembangunan sumur bor dan peninggian pagar sekolah demi meningkatkan keamanan peserta didik.
“Saya khawatir karena aktivitas kereta api yang semakin padat. Pagar sekolah perlu ditinggikan agar anak-anak lebih aman dan tidak bermain hingga ke area berbahaya,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Widia menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi paling penting bagi masa depan generasi muda. Ia mengajak seluruh siswa untuk terus belajar, menghormati guru dan orang tua, serta menjaga semangat meraih cita-cita.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik antara orang tua dan pihak sekolah, sekaligus mengajak guru untuk menjalankan tugas pendidikan dengan penuh tanggung jawab sesuai perkembangan aturan perlindungan anak yang berlaku saat ini.
“Percayalah, setiap sekolah memiliki peran penting dalam membentuk masa depan anak-anak. Saya bisa berdiri di sini menjadi Wakil Bupati bukan karena sekolah di kota besar, tetapi karena peran guru-guru yang tulus mendidik dan membimbing saya sejak kecil,” tuturnya.
Acara pelepasan siswa berlangsung meriah dengan berbagai penampilan seni dari para siswa dan diakhiri dengan sesi foto bersama. Momen tersebut menjadi kenangan berharga bagi para siswa kelas VI yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.