Indonesialivetv.com LAHAT — Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, perbankan dan PT Pertamina dalam memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG berjalan lancar serta tepat sasaran.
Hal itu disampaikan Widia Ningsih saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kabupaten Lahat di Ballroom Hotel Santika Lahat, Selasa (15/9/2026).
Dalam forum tersebut, Widia menyampaikan sedikitnya tiga poin penting yang harus menjadi perhatian bersama, yakni penguatan sinergitas dan kolaborasi, pelayanan serta distribusi yang tepat sasaran, dan transformasi digital serta penguatan organisasi.
Menurutnya, koordinasi dan komunikasi yang harmonis antara anggota Hiswana Migas, pemerintah daerah, perbankan dan PT Pertamina menjadi kunci dalam menjaga kelancaran distribusi energi di tengah masyarakat.
“Komitmen kita bersama adalah memastikan distribusi BBM dan LPG, baik subsidi maupun nonsubsidi, berjalan lancar, transparan serta tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Ia juga mendorong Hiswana Migas untuk terus mengikuti perkembangan teknologi melalui digitalisasi, sekaligus memperbaiki tata kelola organisasi dan bisnis anggotanya.
Widia menilai transformasi tersebut penting agar organisasi dan pelaku usaha di sektor migas semakin adaptif menghadapi perubahan zaman.
Lebih jauh, Widia menyampaikan pandangan bahwa persoalan kelangkaan BBM maupun sulitnya mendapatkan LPG tidak semata-mata berkaitan dengan ketersediaan pasokan, tetapi juga menyangkut bagaimana sebuah daerah dikelola.
Ia mengutip pesan yang kerap disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Selatan terkait pengelolaan daerah.
“Sebetulnya setiap daerah itu tidak ada yang miskin. Jadi kenapa daerah itu miskin? Karena daerah itu tidak terkelola dengan baik,” ujarnya.
Menurut Widia, pengelolaan yang baik akan berdampak langsung terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Termasuk di dalamnya ketersediaan BBM dan gas.
“Kalau daerah itu terkelola dengan baik, BBM tidak langka, gas mudah didapat, insyaallah rakyat bisa sejahtera. Kalau BBM langka, berarti bagaimana pengelolaannya? Nah, bagaimana cara mengelola dengan baik, ini PR kita bersama,” katanya.
Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk tidak berjalan sendiri-sendiri. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha dan pihak terkait dinilai penting untuk mengoptimalkan potensi daerah sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Semoga ke depan kita selalu bersinergi, berkolaborasi untuk mengembangkan potensi-potensi alam dan menyelesaikan masalah yang menjadi hambatan di masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Widia Ningsih secara resmi membuka Muscab Hiswana Migas Kabupaten Lahat. Ia berharap forum organisasi tersebut menghasilkan langkah-langkah strategis yang memberi dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Ia juga mengaitkan agenda tersebut dengan visi pembangunan Sumatera Selatan menuju daerah yang lebih maju serta misi Pemerintah Kabupaten Lahat untuk “menata kota, membangun desa”.
Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan infrastruktur. Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga harus menjadi prioritas.
“Menata kota, membangun desa tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi membangun sumber daya manusia ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
Ia berharap penguatan sektor energi, tata kelola pemerintahan, dunia usaha dan peningkatan kualitas SDM dapat berjalan beriringan untuk mendukung target Indonesia menjadi negara maju pada 2045 dengan sumber daya manusia yang unggul. (Ir)