Wabup Lahat Widia Ningsih: Kemerdekaan Hakiki Adalah Bebas dari Kemiskinan

Senin, 17 Agustus 2026

Indonesialivetv.com LAHAT — Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih menegaskan bahwa makna kemerdekaan di era sekarang tidak lagi sebatas terbebas dari penjajahan, tetapi juga terbebas dari kemiskinan.

Hal itu disampaikan Widia Ningsih saat diwawancarai di Pendopoan Bupati Lahat, Senin (17/8/2026), usai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar memastikan masyarakat Lahat dapat hidup layak. Karena itu, berbagai program pengentasan kemiskinan harus terus diperkuat dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Makna kemerdekaan yang paling hakiki itu terbebas dari kemiskinan. Kalau masih miskin, berarti belum merdeka,” tegas Widia.

Ia mencontohkan program bedah rumah sebagai salah satu bentuk intervensi pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tahun ini, Kabupaten Lahat mendapatkan program sebanyak 2.000 unit bedah rumah.

Widia berharap, melalui berbagai program yang dijalankan pemerintah selama lima tahun masa kepemimpinan, angka kemiskinan di Kabupaten Lahat dapat terus ditekan.

“Insyaallah, lima tahun kita menjabat, kemiskinan yang ada di Lahat ini turun. Itu harapan kita. Itulah yang bisa dikatakan masyarakat kita merdeka,” ujarnya.

Padat Kegiatan HUT RI ke-81

Sementara itu, Widia menyebut rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Lahat berlangsung dengan sejumlah agenda.

Kegiatan diawali dengan upacara pengibaran Sang Merah Putih pada pagi hari. Setelah upacara, jajaran pemerintah daerah bersama masyarakat mengikuti detik-detik Proklamasi melalui siaran televisi dari Istana Negara.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama di Pendopoan Bupati Lahat. Sore harinya, agenda berlanjut dengan upacara penurunan bendera di Lapangan MTQ.

“Setelah itu nanti malam kita tutup dengan resepsi kenegaraan. Kita mengundang seluruh Paskibraka, Pak Bupati mengundang ke pendopoan,” kata Widia.

Tak berhenti pada perayaan hari ini, rangkaian HUT RI di Lahat berlanjut Selasa (18/8/2026) dengan pawai dan karnaval pembangunan.

Widia mengingatkan masyarakat yang akan menyaksikan karnaval agar tidak hanya merayakan kemerdekaan, tetapi juga menjaga ketertiban dan keamanan.

Ia meminta masyarakat tidak membuang sampah sembarangan selama kegiatan berlangsung. Selain itu, warga yang meninggalkan rumah untuk menonton karnaval diminta memastikan kendaraan dan rumah dalam kondisi aman.

“Jangan lupa sampahnya tidak dibuang sembarangan. Yang kedua menjaga keamanan karena meninggalkan rumah mau nonton, motor-motor dikunci dan segala macam. Apalagi sekarang banyak sekali kasus kriminalitas,” pesannya.

Widia juga mengimbau masyarakat berhati-hati saat perjalanan pulang agar seluruh rangkaian perayaan kemerdekaan dapat berlangsung aman dan berakhir dengan selamat.

“Yang terakhir, hati-hati kembali pulang dengan selamat sampai ke rumah,” pungkasnya.

Bagi Widia, semangat kemerdekaan di Kabupaten Lahat pada akhirnya harus diwujudkan melalui gotong royong. Pemerintah dan masyarakat, katanya, memiliki tanggung jawab bersama untuk membantu warga yang masih membutuhkan agar dapat hidup lebih layak.

“Di zaman dulu kita bebas dari penjajahan. Di zaman sekarang, kita sama-sama bergotong royong. Tanggung jawab kita bersama, saudara-saudari kita yang ada di Kabupaten Lahat ini kita bantu supaya mereka dapat hidup dengan layak,” tutupnya. (Tim)

banner-panjang

Baca Juga

Berita Terkait