Indonesialivetv.com LAHAT — Sikap berbeda ditunjukkan Wakil Bupati (Wabup) Lahat, Widia Ningsih, saat menemui warga Desa Banjar Sari yang menggelar aksi demonstrasi di halaman Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat, Senin (31/8/2026).
Aksi tersebut berlangsung sejak pagi hingga malam hari. Massa warga Desa Banjar Sari datang ke Pemkab Lahat untuk menyampaikan tuntutan terkait persoalan lahan yang mereka klaim selama ini digarap oleh pihak perusahaan PT BGG.
Warga meminta adanya penyelesaian atas persoalan tersebut, termasuk tuntutan agar hak dan kerugian yang mereka alami mendapatkan perhatian serta penyelesaian dari pihak terkait.
Di tengah aksi yang berlangsung hingga malam, Widia Ningsih yang baru kembali dari perjalanan dinas luar kota memilih datang langsung menemui warga di halaman Pemkab Lahat.
Kepada awak media saat ditemui di Pendopo Rumah Dinas Bupati Lahat, Widia mengaku prihatin melihat kondisi warga yang masih bertahan hingga malam dan bahkan berencana menginap di halaman Pemkab.
“Saya sarankan mereka untuk pulang dulu ke rumah. Tidurnya hanya beralaskan tikar, bahkan ada yang membawa anak kecil. Permasalahan ini bisa kita selesaikan dan cari solusi bersama tentunya dengan penuh kesabaran,” ujar Widia.
Menurut Widia, dirinya ditugaskan Pak Bupati, yang kebetulan Bupati juga lagi di Jakarta mengurus hal yang sama pentingnya, dirinya juga merasa terpanggil setelah melihat warga tetap bertahan di lokasi hingga malam hari. Ia pun langsung mendatangi massa untuk mendengarkan aspirasi mereka.
Kehadiran orang nomor dua di Kabupaten Lahat itu mendapat respons positif dari warga. Setelah mendengar penjelasan dan imbauan Wabup, massa akhirnya bersedia meninggalkan halaman Pemkab Lahat.
Sebagai bentuk fasilitasi, warga Desa Banjar Sari kemudian diantar kembali ke desa mereka menggunakan bus milik Pemkab Lahat.
Widia mengungkapkan, saat berangkat menemui warga, dirinya datang tanpa rombongan besar. Ia mengaku berangkat dari rumah hanya ditemani sang suami.
Setibanya di lokasi, Widia kemudian didampingi sejumlah personel dari Polres Lahat, di antaranya Kasat Intelkam Polres Lahat, Arie Gusman, serta anggota Satpol PP, TNI, dan unsur lainnya.
Langkah Widia menemui warga hingga malam tersebut menjadi perhatian tersendiri di tengah tuntutan masyarakat Desa Banjar Sari yang berharap persoalan lahan dapat segera menemukan titik terang.
Kini, persoalan utamanya bukan sekadar aksi demonstrasi, tetapi bagaimana pemerintah bersama pihak perusahaan dan warga dapat duduk bersama untuk mencari penyelesaian yang adil dan tidak berlarut-larut.
Warga sudah pulang. Namun persoalan lahan yang menjadi pemicu aksi masih menunggu penyelesaian konkret dari pihak-pihak terkait. (Ir)