Indonesialivetv.com LAHAT – Penantian panjang masyarakat Desa Padang, Kecamatan Merapi Selatan, Kabupaten Lahat, akhirnya berbuah lega. Setelah sekitar tiga tahun mengalami kerusakan, bendungan dan jaringan irigasi yang menjadi sumber pengairan lahan pertanian warga kini kembali berfungsi.
Rasa syukur itu diwujudkan melalui kegiatan silaturahmi dan syukuran atas selesainya pembangunan serta rehabilitasi bendungan irigasi di area persawahan Desa Padang, Jumat (25/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih, S.H., M.H., Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Lahat Indaharmansyah, S.P., M.Si., Ir. Jeffran Azsyapputra, S.T., anggota DPRD Kabupaten Lahat Nanda Pinola Harahap, S.K.M., Camat Merapi Selatan Muhammad Agus Alamsyah, S.STP., M.M., para kepala desa se-Kecamatan Merapi Selatan, tokoh masyarakat serta masyarakat setempat.
Perbaikan bendungan tersebut menjadi kabar baik bagi petani. Selama mengalami kerusakan, aliran air ke areal persawahan tidak berjalan optimal sehingga masyarakat kesulitan menggarap lahan secara maksimal.
Kini, setelah dilakukan rehabilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Lahat, aliran air kembali masuk ke persawahan dan diperkirakan mampu mengairi sekitar 300 hektare lahan pertanian.
Mewakili masyarakat, Nasharudin menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lahat, khususnya Wakil Bupati Widia Ningsih, yang turun langsung melihat kondisi bendungan dan meresmikan pemanfaatannya.
“Alhamdulillah bendungan kami sudah bagus sehingga air sudah mengalir ke sawah. Kini kami sudah mulai membajak dan bercocok tanam padi,” ungkapnya.
Tokoh masyarakat Merapi Selatan, Andi Sucitera, mengungkapkan bahwa sebelum bendungan diperbaiki, masyarakat bahkan harus mengumpulkan batu secara swadaya untuk membendung aliran air agar dapat dialirkan ke persawahan.
Menurutnya, kembalinya fungsi bendungan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama para petani yang selama ini bergantung pada ketersediaan air untuk mengolah lahan.
Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Lahat Komisi IV, Nanda Pinola Harahap, menilai pembangunan bendungan tersebut merupakan salah satu usulan pembangunan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Ia mengatakan keberhasilan pembangunan tidak hanya dilihat dari selesainya pekerjaan, tetapi dari manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Ini termasuk yang sangat berhasil. Kita lihat pada musim kering, airnya masih mengalir luar biasa,” kata Nanda.
Ia juga mengapresiasi pihak-pihak yang ikut memperjuangkan pembangunan tersebut, mulai dari masyarakat yang menyampaikan kebutuhan hingga pemerintah yang merealisasikan pembangunan.
Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih mengatakan pembangunan infrastruktur pertanian merupakan bagian penting dari upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Widia, sebelum pembangunan tersebut diresmikan, dirinya telah melihat langsung kondisi dan proses pekerjaan di lapangan. Ia menegaskan pembangunan pemerintah harus dikerjakan dengan memperhatikan kualitas sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Program kita di Kabupaten Lahat tentunya sangat banyak. Sebelum ini diresmikan, saya juga sudah melihat langsung pembangunan di lapangan. Tentunya pembangunan harus sesuai dengan kualitas yang diharapkan,” ujar Widia.
Ia menekankan, keberadaan irigasi memiliki peran vital karena berkaitan langsung dengan kehidupan dan aktivitas ekonomi masyarakat petani.
“Irigasi ini sangat penting karena menghidupi masyarakat. Tentunya sangat bermanfaat, tetapi jangan hanya membangun, kita juga harus merawatnya. Bagaimana agar pembangunan ini bisa bertahan, lebih awet dan tahan lama, itu harus kita rawat bersama,” tegasnya.
Widia menyebut, kerusakan irigasi yang berlangsung sekitar tiga tahun membuat aktivitas pertanian masyarakat terganggu. Dengan kembali berfungsinya bendungan pada 2026, lahan persawahan masyarakat kini kembali mendapatkan pasokan air.
“Kurang lebih tiga tahun irigasi di sini mengalami kerusakan. Hari ini menjadi wujud syukur masyarakat karena sawah-sawah sudah kembali terairi dengan adanya bendungan yang dibangun dan diperbaiki pada tahun 2026 ini,” ungkapnya.
Ia pun mengajak masyarakat ikut menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun pemerintah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak berhenti pada peresmian, tetapi harus dilanjutkan dengan pemeliharaan bersama.
“Kalau sudah dibangun, mari kita jaga dan rawat bersama. Jangan sampai kembali rusak sehingga manfaatnya tidak bisa dirasakan masyarakat,” pesannya.
Sebagai simbol dimulainya kembali aktivitas pertanian, Widia Ningsih kemudian melakukan penanaman padi secara simbolis di areal persawahan Desa Padang.
Kembali normalnya aliran irigasi diharapkan menjadi momentum kebangkitan sektor pertanian di Desa Padang dan Kecamatan Merapi Selatan. Dengan tersedianya air, petani dapat kembali mengolah sawah secara optimal dan meningkatkan produktivitas pertanian.
Bagi masyarakat, bendungan yang kembali berfungsi bukan sekadar infrastruktur, tetapi menjadi penopang keberlangsungan aktivitas pertanian dan sumber penghidupan ratusan keluarga petani di wilayah tersebut. (Ir)