Malam Penuh Sholawat di Muara Enim, Ribuan Rasa Cinta kepada Rasulullah Menggema di Puteri Dayang Rindu

Kamis, 1 Oktober 2026

Laporan Hafiz

Indonesialivetv.com, MUARA ENIM – Malam itu bukan sekadar malam biasa.Lantunan sholawat menggema. Suara pujian kepada Baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersahut-sahutan. Ratusan jamaah berdiri dalam suasana khidmat, larut dalam Mahalul Qiyam, dengan hati yang seolah dipertemukan oleh satu rasa: cinta kepada Rasulullah.

Gedung Kesenian Puteri Dayang Rindu Muara Enim, Rabu malam (30/9/2026), berubah menjadi lautan sholawat ketika Majelis Mahabbaturrasul Kabupaten Muara Enim menggelar Maulid Akbar Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Bukan hanya suara yang memenuhi ruangan, tetapi juga rasa haru, kerinduan dan kecintaan kepada Rasulullah yang begitu terasa di tengah jamaah.

Malam itu, para jamaah datang bukan sekadar untuk menghadiri sebuah acara keagamaan. Mereka datang untuk bersholawat, mendengarkan tausiyah, bersilaturahmi dan kembali mengingat sosok manusia mulia yang menjadi teladan umat hingga akhir zaman.

Maulid Akbar tersebut menghadirkan Al Habib Ahmad Nizar Syahab dari Palembang sebagai penceramah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Mahalul Qiyam. Saat jamaah berdiri dan melantunkan sholawat, suasana gedung seketika menjadi begitu khidmat. Wajah-wajah jamaah tampak serius dan penuh penghayatan, sementara lantunan sholawat terus mengalun memenuhi ruangan.

Ketua Majelis Mahabbaturrasul Kabupaten Muara Enim, Habib Hamid Assegaf, dalam sambutannya mengawali dengan ungkapan syukur kepada Allah SWT dan sholawat kepada Rasulullah SAW.

“Alhamdulillah, Alhamdulillahirabbil ‘alamin. Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna sayyidana Muhammadan ‘abduhu wa rasuluh,” ucap Habib Hamid.

Ia kemudian menyampaikan penghormatan kepada para ulama, habaib, ustaz, unsur pemerintahan, TNI dan Polri, tokoh masyarakat, para jamaah serta seluruh tamu undangan yang hadir.

Habib Hamid juga menyampaikan apresiasi kepada Al Habib Ahmad Nizar Syahab yang datang dari Palembang untuk memberikan tausiyah kepada jamaah.

“Semoga tausiyah yang disampaikan beliau menambah ilmu. Dan ilmu itu akan menuntun kita kepada amal yang nyata,” katanya.

Menurut Habib Hamid, Maulid Nabi bukan hanya tentang mengenang kelahiran Rasulullah SAW.

Lebih jauh, Maulid menjadi momentum untuk menghidupkan kembali kecintaan kepada Rasulullah, memperbanyak sholawat dan memperkuat persaudaraan sesama umat.

“Semoga setiap langkah yang kita ayunkan menuju acara Maulid malam ini dicatat sebagai amal saleh dan mendapatkan keberkahan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan para donatur yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana.

“Terima kasih kepada para donatur yang tangannya ringan dan hatinya lapang. Semoga Allah membalas seluruh kemurahan hati para donatur untuk suksesnya acara kita malam ini,” tuturnya.

Sementara itu, H. Zulkarnain, M.Com, salah seorang jamaah yang hadir, mengatakan Maulid Akbar tersebut menjadi momentum untuk kembali menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW.

“Ini momentum mencintai Rasulullah. Mudah-mudahan kecintaan itu tidak hanya kita tunjukkan saat Maulid, tetapi juga kita bawa dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Ditutup dengan Makan Setalam Bertiga

Ada pemandangan menarik setelah tausiyah dan seluruh rangkaian acara selesai.

Jamaah tidak langsung beranjak meninggalkan gedung.

Panitia telah menyiapkan hidangan untuk disantap bersama. Tradisi makan setalam bertiga menjadi jamuan yang semakin menghangatkan suasana malam Maulid.

Jamaah duduk bersama, menikmati hidangan dalam satu talam. Tidak ada jarak, tidak ada sekat. Yang ada hanya kebersamaan dan suasana kekeluargaan.

Makanan yang tersaji malam itu seolah menjadi penutup sempurna sebuah perayaan yang sejak awal dibangun dengan sholawat dan kecintaan kepada Rasulullah.

Sebab Maulid bukan hanya tentang mendengarkan tausiyah.

Maulid juga tentang bagaimana hati dipertautkan, silaturahmi diperkuat dan kebersamaan kembali dihidupkan.

Malam semakin larut. Satu per satu jamaah mulai meninggalkan Gedung Kesenian Puteri Dayang Rindu.

Namun, lantunan sholawat dan pesan tentang kecintaan kepada Rasulullah seolah masih tertinggal di dalam hati.

Semoga cinta kepada Rasulullah tidak berhenti ketika acara berakhir, tetapi terus hidup dalam akhlak, ucapan dan perbuatan setiap jamaah.

Sebagaimana pesan Habib Hamid Assegaf:

“Semoga apa yang kita mulai dengan Bismillah malam ini, kita akhiri dengan Alhamdulillah yang penuh syukur. Semoga cinta kita kepada Rasulullah tak berhenti di pintu acara ini.”

banner-panjang

Baca Juga

Berita Terkait