Indonesialivetv.com LAHAT — Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tahun 2026 di Kabupaten Lahat menegaskan kembali bahwa perlindungan anak bukan sekadar agenda seremonial, melainkan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, hal itu disampaikannya di Pendopoan Bupati, Kamis 20/8)2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih, unsur Forkopimda, para asisten dan staf ahli, kepala perangkat daerah, camat, Kepala Kantor Kementerian Agama Lahat, jajaran Bapas dan Lapas Lahat, pimpinan Bank Sumsel Babel Lahat, organisasi perempuan, serta para guru pendamping.
Kadis PPPA Hj. Nurlela, S.Ag., M.M. menegaskan bahwa tema HAN tahun ini, “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, harus dimaknai sebagai ajakan untuk menjadikan kasih sayang dan perlindungan anak sebagai tanggung jawab bersama.
Bunda PAUD sekaligus Bunda Forum Anak Kabupaten Lahat, Sri Meliana Bursah, menyampaikan bahwa Forum Anak Kabupaten Lahat yang dinilainya aktif berkolaborasi dan mengambil bagian dalam berbagai kegiatan positif bagi anak-anak.
Menurut Sri, keberadaan Forum Anak memiliki peran penting dalam memperkenalkan sekaligus mendekatkan berbagai unsur pembangunan daerah kepada generasi muda.
Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih menilai, pengenalan terhadap organisasi, program pemerintah, maupun lingkungan sosial perlu dilakukan sejak dini agar anak tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi memahami bahwa mereka juga memiliki ruang untuk berpartisipasi.
“Anak-anak harus mengenal siapa saja yang ikut serta dalam pembangunan Kabupaten Lahat,” menjadi salah satu pesan yang mengemuka dalam sambutannya.
Ia mengingatkan, anak yang tumbuh sehat, aman, dan bahagia merupakan fondasi penting bagi masa depan Kabupaten Lahat.
“Ketika anak-anak tumbuh dengan sehat, aman, dan bahagia, maka kita sedang membangun masa depan Kabupaten Lahat yang lebih maju,” tegasnya.
Widia juga menaruh perhatian pada keberadaan Forum Anak Kabupaten Lahat. Forum tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai wadah berkumpul, tetapi mampu menjadi ruang bagi anak untuk menyampaikan aspirasi, mengembangkan potensi, sekaligus menjadi pelopor dan pelapor dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak.
Pesan itu sekaligus menjadi tantangan bagi seluruh pemangku kepentingan. Sebab, predikat atau komitmen menuju Kabupaten Layak Anak tidak cukup dibangun melalui kegiatan seremonial. Perlindungan anak harus terlihat dalam lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, hingga kebijakan pemerintah daerah.
Orang tua, guru, masyarakat dan pemerintah diminta bergandengan tangan menciptakan ruang yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang bagi setiap anak.
Di titik inilah peringatan HAN seharusnya tidak berhenti pada panggung, permainan, maupun ucapan selamat. Ukuran keberhasilannya justru terlihat dari seberapa jauh anak-anak Lahat benar-benar merasa aman, didengar, dilindungi, dan diberi kesempatan untuk berkembang.
Widia berharap seluruh anak di Bumi Seganti Setungguan dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Ia pun menyampaikan ucapan selamat HAN ke-42 kepada seluruh anak Indonesia, khususnya anak-anak Kabupaten Lahat, seraya mendorong mereka untuk terus belajar, berprestasi, dan berani memiliki mimpi besar.
“Anak-anak adalah harapan keluarga, kebanggaan Kabupaten Lahat, dan penerus bangsa Indonesia,” pesannya.
Peringatan HAN ke-42 itu kemudian ditutup dengan pantun bernuansa lokal:
Bukit Serelo berdiri megah,
Air Lematang mengalir lestari.
Sayangi anak sepenuh berkah,
Lahat gemilang di masa nanti.
Namun pesan terbesarnya jelas: masa depan Lahat tidak hanya dibangun dengan infrastruktur dan program pembangunan, tetapi juga dengan memastikan setiap anak tumbuh dalam lingkungan yang benar-benar melindungi mereka.
Tampak disitu suasana semakin meriah dan menarik perhatian, selain ada door prize dari panitia berupa sepeda dan lainnya, Wabup Widia memberikan kuis berhadiah, anak -anak bertambah semangat dan riang bahagia.
(Irhamudin)