Bursah Zarnubi Bupati Lahat “Merajut Toleransi Di Era Digital, Menciptakan Gen Z Bertoleransi & Bermoderasi’

Senin, 3 November 2025

Laporan : Irhamudin
Indonesialivetv.com LAHAT- Acara Diskusi Merajut Toleransi Di Era Digital, Menciptakan Gen Z Bertoleransi Dan Bermoderasi berlangsung di Hotel Santika Lahat pada hari Senin 03/11/2025.
Giat penting itu dihadiri oleh Bupati Lahat Bursah Zarnubi S,E dan Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih SH,MH, Forkopimda/mewakili, Kadisdikbud, Kaban Kesbangpol, Kakanmenag, Ketua FKUB, ketua NU ketua Muhammadiyah, ketua FKMD, ketua FKG serta ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Lahat serta para generasi bangsa.
Bupati Lahat Bursah Zarnubi S,E, menyampaikan bahwa pentingnya peran generasi muda di era digital yang menurutnya perkembangan teknologi membawa kemudahan sekaligus tantangan baru seperti maraknya penyebaran hoax dan ujaran kebencian di medsos.
Bursah menekankan bahwa toleransi dan moderasi beragama adalah pondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa yang majemuk, Kabupaten Lahat patut bersyukur karena hingga kini kerukunan antar umat beragama dan antar reformasi terjaga dengan baik
Dalam acara tersebut Ia mengatakan bahwa pengetahuan dan pengertian tentang perubahan dunia sekarang ini tidak bisa lagi terbaca dengan cara seperti dulu, menurutnya fenomena di dunia ini dengan pendekatan analisa masa dahulu itu masih mudah dipahami dengan menyesuaikan variabel yang muncul.
Misalkan masalah masih ada dua tiga variabel, dalam waktu cepat kita bisa selesaikan mengambil keputusan penyelesaian, satu pokok masalah sekarang ribuan variabel muncul di kepala kita tiap hari dan harus dipecahkan, begitu selesai ribuan lagi muncul, itulah komplikasi perubahan zaman yang disebut satu perubahan yang sangat cepat bahkan sangat mendadak yang susah diantitas di antisipasi oleh generasi Gen Z, tadinya kan mempengaruhi berbagai aspek sejarah sosial kita, ekonomi dan perkembangan pemikiran bagaimana anak-anak generasi Gen Z ini memahami yang disebut dengan agama, bagaimana dia memeliharanya karena era mereka ini bukan era seperti dulu.
Lebih tegas lagi Bupati mengatakan bahwa kebanyakan anak sekarang belajarnya dengan smartphone saja, yang kerjaannya hanya chetting-chatingan, itu karena memang situasi sudah berubah, jadi diskusi soal ini di mana supaya anak kita ini dibagikan memori untuk mengenali akar bangsa kita.
“Kalau lupa  sejarahnya, nanti akan lupa  saudara, lupa sama orang tua yang melahirkan,” katanya.
Banyak konten yang beredar di medsos, saling ejek, saling cerca, menurut Bursah yang kuat itu kata-kata.
Jadi diera digital ini harus dipahami dan dikuasai banyaknya flatform yang harus dipahami, intelijen kekutaannya yang berapa puluh dibandingkan manusia. salah satu pertarungan dunia  robotik, blokcen
Jaga agama, jaga pancasila, dengan berbuat sesama itu sudah bagus,” ujarnya.
Masa depan ini ada dimilineal, tahun
2045 seratus tahun Indonesia Merdeka yang berarti semuanya akan berubah, maka dari itu Ia meminta gunakanlah flatform digital dengan sebaiknya.
Maka dari itu kita tidak boleh mati oleh digital ini, menurut Bursah negara maju itu memiliki SDM Unggul.
Bupati  berpesan banyaklah membaca dengan buku asli, dan gunakan smartphone dengan sebaik-baiknya untuk belajar hal yang positif.

banner-panjang

Baca Juga

Berita Terkait