Laporan : Irhamudin Tajir
Indonesialivetv.com LAHAT— Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, memicu terjadinya tanah longsor di kawasan perbukitan Tanjung Sakti, Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Peristiwa tersebut terjadi di Lubuk Dendan, Dusun Pulau Timun, Desa Tanjung Sakti, Kecamatan Tanjung Sakti PUMI.
Material longsoran berupa tanah, bebatuan, serta pohon tumbang menutup badan jalan sepanjang kurang lebih 40 meter. Akibatnya, akses jalan lintas yang menghubungkan Kabupaten Lahat dengan Kota Manna, Bengkulu Selatan, tidak dapat dilalui kendaraan.
Kapolres Lahat AKBP Novi Edyanto, SIK, MIK, menyampaikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, dampak longsor cukup signifikan karena menyebabkan arus lalu lintas dari arah Pagar Alam menuju Manna maupun sebaliknya mengalami kemacetan total.
“Tidak ada korban jiwa, namun akses jalan tertutup total sehingga arus kendaraan dari kedua arah tidak bisa melintas,” ujarnya melalui keterangan yang diterima.
Berdasarkan informasi di lapangan, longsor terjadi akibat tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur kawasan tersebut sejak pagi hingga sore hari. Kondisi tanah yang labil di wilayah perbukitan Tanjung Sakti turut memperbesar potensi terjadinya pergerakan tanah.
Saat ini, pihak kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan monitoring di lokasi kejadian. Koordinasi juga telah dilakukan dengan pihak Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera membersihkan material longsor. Namun, proses penanganan masih terkendala cuaca yang belum membaik.
Kapolres menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan, mengingat curah hujan masih cukup tinggi.
Masyarakat, khususnya pengguna jalan yang melintasi jalur tersebut, diimbau untuk sementara waktu menghindari lokasi dan tetap waspada terhadap potensi bencana susulan.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya risiko bencana alam di wilayah dengan kontur tanah labil, terutama saat musim hujan. Pemerintah daerah bersama aparat terkait diharapkan terus meningkatkan kesiapsiagaan guna meminimalkan dampak yang tertimbun.