Mahasiswa Cipayung Plus Lahat Desak Bupati Copot Kepala Kesbangpol, Pemkab Janji Klarifikasi dan Kaji Tuntutan

Senin, 6 Juli 2026

Indonesialivetv.com Lahat – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kabupaten Lahat menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat, Senin (6/07/2026). Dalam aksi tersebut, massa mendesak Bupati Lahat mencopot Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Lahat terkait dugaan persoalan anggaran dan dugaan pelecehan verbal.

Aksi yang diikuti sejumlah organisasi mahasiswa dan kepemudaan berlangsung tertib di bawah pengawalan aparat kepolisian. Massa membawa spanduk bertuliskan “Seruan Aksi! Lahat Tak Diam! Copot Kaban Kesbangpol Lahat” serta menyampaikan tuntutan melalui orasi dan pembacaan pernyataan sikap.

Koordinator aksi menegaskan demonstrasi merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.

Dalam pernyataan sikapnya, Cipayung Plus Lahat mengungkapkan dua poin utama yang menjadi dasar aksi. Pertama, dugaan penyimpangan anggaran di lingkungan Kesbangpol Kabupaten Lahat yang dinilai berdampak pada terhambatnya pelaksanaan program dan kegiatan. Kedua, dugaan pelecehan verbal melalui pesan WhatsApp yang dikaitkan dengan Kepala Kesbangpol Kabupaten Lahat.

Mahasiswa menilai kedua persoalan tersebut harus ditindaklanjuti secara serius guna menjaga marwah birokrasi dan memulihkan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

Adapun Cipayung Plus Kabupaten Lahat terdiri atas Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), SAPMA, Relawan Anti Narkoba, dan Barisan Muda Lahat.

Pemkab Respons Cepat, Klarifikasi Segera Dilakukan

Menanggapi tuntutan mahasiswa, Pemkab Lahat langsung menggelar dialog di ruang Ops Room yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) dan dihadiri Asisten I, Kepala BKSDM, Inspektur, serta Kasat Intelkam Polres Lahat dan Kasat Pol PP.

Sekda memastikan seluruh tuntutan mahasiswa akan diproses sesuai mekanisme yang berlaku.

“Kami meminta BKSDM dan Inspektorat untuk mempelajari persoalan ini, kemudian memanggil pihak yang bersangkutan guna dimintai klarifikasi. Semua akan dilakukan sesuai koridor peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Sekda.

Ia menjelaskan bahwa dugaan pelanggaran akan dikaji berdasarkan ketentuan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk aspek etik maupun aturan hukum yang berlaku.

“Nanti seluruh data dan informasi akan kami kumpulkan, kemudian hasilnya kami laporkan kepada Bupati Lahat sebagai bahan pengambilan keputusan,” ujarnya.

Polres Apresiasi Aksi Mahasiswa

Pada kesempatan yang sama, Kasat Intelkam Polres Lahat, AKP Arie Gusman, S.E., M.M., mengapresiasi jalannya aksi yang berlangsung tertib dan sesuai ketentuan penyampaian pendapat di muka umum.

“Kami mengapresiasi aksi yang dilakukan adik-adik mahasiswa karena berlangsung dengan tertib dan tidak melanggar aturan. Ini menunjukkan mahasiswa memiliki integritas dalam menyampaikan aspirasi,” katanya.

Perwira yang baru sekitar satu setengah bulan bertugas di Kabupaten Lahat itu juga berharap mahasiswa tetap menjadi mitra strategis pemerintah dan kepolisian dalam mengawal pembangunan daerah.

“Kami berharap mahasiswa terus bersinergi dan bersama-sama mendukung pembangunan Kabupaten Lahat, baik dalam menata kota maupun membangun desa,” tutupnya. (Irhamudin)

banner-panjang

Baca Juga

Berita Terkait