Pemkab Lahat Gelar Panen Kopi Bersama dan Salurkan 22.300 Bibit Lada untuk Petani

Kamis, 18 Juni 2026

Indonesialivetv.com Lahat, Sumsel – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat melalui Dinas Perkebunan menggelar panen kopi robusta bersama dan penanaman lada di Desa Muara Jauh, Kecamatan Muara Payang, Kabupaten Lahat, Kamis (18/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan komoditas perkebunan unggulan yang menjadi penopang ekonomi masyarakat.

Acara tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Lahat, Dr H Izromaita, didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lahat, Ny Widya Izro. Hadir pula sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), anggota DPRD Lahat Dapil VII Zarkasih Kamarudin (Andak), Syauqi Zata Amani, Adlina Zatalini, serta ratusan petani dari wilayah Jarai Area.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Lahat, Vivi Anggraini SSTP MSi, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud komitmen Pemkab Lahat dalam memperkuat sektor perkebunan, khususnya kopi dan lada yang memiliki potensi besar di wilayah tersebut.

“Jarai Area memiliki potensi komoditas lada yang cukup luas. Di Kecamatan Muara Payang terdapat 97,4 hektare, Jarai 67,7 hektare, Pajar Bulan 62,4 hektare, dan Sukamerindu 56,4 hektare. Sementara untuk kopi, luas lahan terbesar berada di Pajar Bulan mencapai 4.794,23 hektare, Sukamerindu 4.515,60 hektare, Jarai 3.654,85 hektare, dan Muara Payang 3.614,23 hektare,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Lahat juga menyalurkan bantuan sebanyak 22.300 bibit lada yang bersumber dari APBD Kabupaten Lahat kepada delapan kelompok tani. Selain itu, pemerintah pusat mengalokasikan program peremajaan kopi untuk 20 kelompok tani dengan luas lahan mencapai 400 hektare dan bantuan sebanyak 400.000 bibit kopi.

“Program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan kesejahteraan petani di Kabupaten Lahat,” tambah Vivi.

Investor Luar Negeri Tertarik Kopi Lahat

Motivator kopi Lahat, Adlina Zatalini, mengungkapkan dalam satu tahun terakhir Kabupaten Lahat telah dikunjungi investor dari Italia dan Dubai yang tertarik dengan potensi kopi daerah tersebut.

Menurutnya, para investor menilai kopi Lahat sudah cukup dikenal di pasar internasional. Namun, mereka mengharapkan adanya konsistensi kualitas produk serta ketersediaan pasokan dalam jumlah yang stabil.

“Investor mengungkapkan bahwa kopi Lahat cukup terkenal di luar negeri. Sayangnya, mereka membutuhkan konsistensi kualitas dan kuantitas yang berkelanjutan. Karena itu diperlukan kerja sama yang baik antara petani, pengepul, dan seluruh pihak terkait agar manfaat ekonomi yang diperoleh masyarakat bisa lebih maksimal,” kata Adlina.

Putri sulung Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, tersebut menambahkan dirinya terus berupaya menjembatani komunikasi antara petani dan investor sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Lahat dalam membangun ekonomi pedesaan berbasis potensi lokal.

“Lahat membutuhkan wadah distribusi satu pintu yang dilengkapi sistem quality control yang baik agar kopi yang dipasarkan ke luar daerah maupun ekspor memiliki standar yang terjaga,” jelasnya.

Sekda Dorong Pengembangan Potensi Perkebunan

Sementara itu, Sekda Lahat, Izromaita, mengaku kagum dengan besarnya potensi pertanian dan perkebunan di wilayah Jarai Area yang berada di kawasan kaki Gunung Dempo dengan kondisi tanah vulkanik yang subur.

Selain kopi dan lada, wilayah tersebut juga dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan padi, sayuran, hingga tembakau.

“Saya sangat mendukung jika Pemkab Lahat serius menggarap potensi kopi, lada, dan berbagai komoditas unggulan lainnya. Lahan yang subur ini harus dikelola secara optimal oleh petani yang serius dan berkomitmen meningkatkan hasil produksinya,” tegas Izromaita.

Ia menambahkan, anugerah kesuburan alam yang dimiliki Kabupaten Lahat harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan petani di Bumi Seganti Setungguan.

(Sofi/SMSI)

banner-panjang

Baca Juga

Berita Terkait