Laporan : Irhamudin
Indonesialivetv.com LAHAT- Pemkab Lahat kembali menggelar rapat tindaklanjut persiapan peningkatan / perbaikan ruas jalan Tunggul Bute, acara berlangsung di Ops Room pada hari Selasa 24/02/2026.
Sebelumnya Pemkab Lahat dan PT Supreme Energy Rantau Dedap telah melakukan rapat persiapan survei perbaikan ruas Jalan Sukarami-Tunggul Bute Kecamatan Kota Agung. Rapat itu membahas teknis pelaksanaan survei lapangan untuk menentukan ruas jalan prioritas yang akan diperbaiki.
Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, menekankan bahwa pemerintah daerah berharap perbaikan akses jalan ini dapat segera terwujud pada tahun 2026. PT Supreme Energy Rantau Dedap telah berkomitmen untuk memenuhi standar lebar jalan 6,2 meter.
Survei lapangan dilakukan pada 12 Januari 2026 dengan melibatkan Dinas PUPR, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, pihak Kecamatan, Pemerintah Desa, serta PT Supreme Energy Rantau Dedap. Hasil survei akan menjadi dasar teknis pelaksanaan perbaikan Jalan Sukarami-Tunggul Bute.
Pada rapat kali ini dihadiri Jajaran Pemkab Lahat diantaranya, Asisten 1, Kadis PUPR, Bappeda, Perwakilan Kodim 0405, Perwakilan Polres, Manajemen PT SERD, Kades Tunggul Bute dan Kades Karang Endah serta perwakilan masyarakat dan undangan penting lainnya.
Asisten 1 H.Rudi Tamrin menyampaikan bahwa tujuan rapat lanjutan ini sangat penting, guna mempersiapkan perencanaan dengan mateng, agar supaya nanti proses pembangunan berjalan lancar tanpa suatu kendala, terutama terkait beberapa titik tanah milik warga yang belum mendapat hibah dari masyarakat, termasuk membahas siring saluran God untuk mengairi sawah dan lain sebagainya.
Rudi Tamrin kembali menegaskan bahwa jalan tersebut merupakan milik Pemerintah Kabupaten Lahat, dengan ditingkatkannya akses tersebut oleh PT Supreme tentunya merupakan keuntungan bagi kita bersama khususnya kesejahteraan dan peningkatan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Harapan Pemerintah kepada semua pihak mendukung terlaksananya rencana tersebut, khususnya kepada masyarakat memberikan kemudahan baik dari segi untuk pelebaran jalan dan lain sebagainya.
H.Rudi Tamrin menambahkan, bahwa dengan memberikan hibah untuk kepentingan orang banyak tidak akan rugi, perbuatan itu adalah amal jariyah yang nantinya akan mendapat do’a serta pahala yang akan mengalir terus tiada henti-hentinya.
Sementara Side Support PT SERD Adi ketika diwawancarai, pihaknya mengatakan bahwa sesuai rencana disampaikan dalam rapat, hasil dari kesepakatan atau dari MOU yang akan segera ditandatangani oleh kedua pihak yang akan menentukan pengerjaan itu akan dimulai.
“Setelah MOU ditandatangani oleh kedua pihak kita akan melakukan langsung perbaikan / peningkatan jalan tersebut,” katanya.
Terkait perbaikan jalan yang pihak PT SERD sampaikan dalam rapat akan melalui tiga tahapan, terkait beberapa kendala, salah satunya terkait biayanya sangat besar, dan kedua terkait masalah kendala lahan sekitar 1,7 km yang belum sesuai dengan standar lebar jalan. Dalam hal ini PT Supreme berharap kepada Pemerintah untuk memberikan solusi terbaik.