Laporan : Irhamudin
Indonesialivetv.com LAHAT — Ratusan warga Desa Banjarsari, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, menggelar aksi demonstrasi di halaman Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat, Senin (20/4/2026). Aksi ini dilakukan untuk menuntut kejelasan status lahan yang saat ini dikelola oleh perusahaan tambang batubara PT Gema Gempita (BGG).
Dalam aksi tersebut, warga mendesak agar aktivitas penambangan dihentikan sementara hingga persoalan kepemilikan lahan diselesaikan secara tuntas. Mereka juga menuntut adanya kompensasi atas lahan yang diduga telah digunakan tanpa persetujuan yang sah selama bertahun-tahun.
Koordinator aksi, Erwinsyah, menyampaikan bahwa masyarakat merasa dirugikan karena tidak adanya kepastian hukum terkait lahan yang mereka klaim sebagai milik warga.
“Hari ini kami datang membawa harapan. Kami percaya kepada pemerintah untuk memberikan kejelasan. Masyarakat Banjarsari sudah merasa dirugikan, sementara perusahaan tetap beroperasi. Kami minta kesepakatan dituangkan secara tertulis,” tegasnya.
Konflik lahan ini disebut telah berlangsung cukup lama dan diperparah oleh ketidakjelasan batas wilayah serta adanya dugaan tumpang tindih dokumen kepemilikan. Warga mengaku memiliki dasar klaim yang kuat, sementara aktivitas tambang tetap berjalan.
Menanggapi hal tersebut, pihak PT Gema Gempita membantah tudingan penyerobotan lahan. Perusahaan menyatakan bahwa seluruh area operasional telah melalui proses pembebasan lahan secara sah dan dilengkapi dokumen legal. PT BGG juga menegaskan bahwa setiap klaim sebaiknya diselesaikan melalui jalur hukum yang berlaku.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Lahat melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Rudi Thamrin, mengapresiasi aksi warga yang berlangsung tertib. Ia mengimbau agar seluruh pihak menyelesaikan persoalan ini dengan kepala dingin melalui jalur mediasi.
Dalam pertemuan tersebut, disepakati beberapa langkah tindak lanjut yang dituangkan dalam berita acara, di antaranya:
Hingga kini, upaya mediasi telah beberapa kali dilakukan, namun belum menghasilkan kesepakatan. Pemerintah daerah diharapkan dapat segera mengambil langkah konkret agar konflik tidak berlarut-larut dan memicu ketegangan sosial yang ada dilingkungan masyarakat.
Dalam aksi warga tersebut tampak situasi tertib dan aman, pengamanan berlapis dari pihak Kepolisian dan Sat Pol PP.
” Situasi tertib dan aman terkendali,” ujar Kapolres Lahat diwakili Waka Polres Liswan Nurhafiz, didampingi Kasat Samapta Heri Irawan, Kapolsekta Edi S, Kapolsek Merbar Candra Kirana