Wabup Lahat Soroti Video Dugaan Mesum yang Viral, Minta Pengawasan di Lokasi Wisata Diperketat

Senin, 28 September 2026

Indonesialivetv.com LAHAT — Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, SH, MH, menyoroti beredarnya video yang diduga memperlihatkan perbuatan asusila dan viral di media sosial. Ia mengimbau masyarakat agar tidak kembali menyebarluaskan video tersebut karena dinilai dapat mempermalukan pihak yang bersangkutan maupun keluarganya.

Hal itu disampaikan Widia Ningsih saat diwawancarai awak media di Hotel Santika, Senin (28/9/2026), usai mengikuti seminar yang membahas kesejahteraan perburuhan sawit.

Menurut Widia, pemerintah daerah selama ini telah mendorong penguatan pendidikan karakter sejak usia dini melalui Dinas Pendidikan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan pembinaan kepada generasi muda agar terhindar dari perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga.

“Orang tua itu semakin sempit untuk melakukan pembinaan. Kita selaku pemerintah daerah selalu mengerahkan Dinas Pendidikan untuk menanamkan karakter sejak dulu, supaya terhindar dari, ya mohon maaf, asusila dan segala macam itu,” ujar Widia.

Terkait video yang beredar, Widia mengaku prihatin. Namun, ia meminta masyarakat tidak ikut memperluas penyebaran rekaman tersebut.

“Saya miris melihatnya. Tetapi saya juga mengimbau kepada masyarakat, jangan sampai menyebar luas sekali lagi. Cukup,” katanya.

Ia menilai penyebaran video tersebut juga dapat berdampak terhadap keluarga, terlebih apabila pihak yang terlibat masih berstatus pelajar.

“Malunya juga orang tuanya. Anak kita tersebut mungkin masih sekolah, kita tidak tahu. Mungkin masih SMA,” ujarnya.

Minta Pengelola Tingkatkan Pengawasan

Saat ditanya mengenai kemungkinan penutupan lokasi wisata yang diduga menjadi tempat kejadian, Widia mengatakan pemerintah perlu melakukan penyelidikan dan melihat kondisi pengawasan terlebih dahulu.

Menurutnya, penutupan lokasi wisata bukan satu-satunya solusi karena terdapat masyarakat yang menggantungkan pekerjaan dan penghasilan dari aktivitas di lokasi tersebut.

“Lemahnya pengawasan, diselidiki dulu. Tidak usah ditutup, pengawasan saja. Berapa titik, mungkin dilihat,” kata Widia.

Ia menduga kondisi lokasi yang sepi serta minimnya pengawasan dapat menjadi salah satu faktor yang memungkinkan terjadinya tindakan tersebut.

“Kalau ditutup, mungkin kita menghambat pekerjaan orang. Ada orang yang bekerja di situ, mendapatkan uang di situ,” ujarnya.

Karena itu, Widia meminta pemilik maupun pengelola lokasi meningkatkan pengawasan, terutama pada area-area yang minim penerangan, sepi, atau tersembunyi.

“Saya sampaikan kepada pemilik, pengelola lah, pengelola supaya melakukan pengawasan di titik-titik yang gelap, titik-titik yang tersembunyi,” tegasnya.

Widia menambahkan, imbauan tersebut pada dasarnya ditujukan kepada orang tua dan pengelola lokasi agar bersama-sama meningkatkan pengawasan, sekaligus mencegah kejadian serupa kembali terjadi. (Ir)

banner-panjang

Baca Juga

Berita Terkait