Laporan :Irhamudin
Indonesialivetv.com.LAHAT- Wakil Bupati Lahat marah terkait kesepakatan perbaikan jalan Pemkab Tunggul Bute oleh PT Supreme yang dianggap molor, hal itu dituangkannya pada acara Rapat Koordinasi menyikapi Rencana Aksi Unjuk Rasa Damai Gemapala, Rapat koordinasi tersebut berlangsung di Ops Room Pemkab Lahat, Kamis 30/10/2025.
Rapat koordinasi itu dihadiri Wabup Lahat, Asisten I, Polres, BKSDA Lahat, Kepala OPD, Camat Kota Agung, Perwakilan PT Supreme, UPTD KPH Semendo, dan undangan lainnya.
“Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 yang berbunyi, “Bumi dan air serta kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” kata Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih mengawali penyampaiannya.
Berdasarkan kesepakatan antara Pemkab Lahat dengan PT Supreme Energy Rantau Dedap di tahun 2019, bahwa pihak perusahaan akan melakukan perbaikan dijalan Pemkab Tunggul Bute yang dilalui oleh PT Supreme Energy Rantau Dedap sepanjang sekitar 12 km, menurut kesepakatan bahwa jalan itu akan diselesaikan oleh PT Supreme hingga tahun 2023, namun sampai saat ini belum juga rampung.
“Inikan sudah tahun 2025, kami meminta kepada pihak Supreme untuk segera menyelesaikan kesepakatan tersebut, masa perusahaan sebesar ini tidak bisa mengaspal jalan yang hanya sepanjang 12 km,” ujar Widia.
Menurut Wabup, kalau perusahaan tidak menepati kesepakatan maka pihak Pemerintah yang akan membangun, tapi apabila Pemerintah yang membangun disitu pasti ada sangsinya bagi perusahaan.
Wakil Bupati yang diandalkan dan dipercaya oleh masyarakat itu mengatakan, bahwa jalan Pemerintah yang dimaksud merupakan jalan utama bagi masyarakat Tunggul Bute, menurut Wabup, bagaimana Pemkab Lahat bisa membangun jalan untuk akses Petani ke kebun kebun dan lain sebagainya kalau jalan akses utamanya masih berantakan.
” Ini saya yang ngomong, kalau Pak Bupati tidak ngomong lagi, beliau langsung ambil tindakan tegas,” sambung Wabup dengan nada marah.
Dalam kesempatan itu, Wabup juga menyampaikan kepada pihak Supreme Rantau Dedap bahwa menyangkut aktivitasnya diwilayah Kabupaten Lahat agar supaya mengkoordinasikan kepada Pemkab Lahat, menurut Widia Selama ini kurangnya komunikasi terhadap pihaknya.
Selanjutnya, sosok Putri yang berani dan tegas itu menegaskan kepada pihak Supreme, agar supaya pembangunan jalan tersebut cepat diselesaikan.
“Saya miris sekali, kasian masyarakat kami,” ujar Wakil Bupati yang memiliki skill diberbagai macam segala bidang tersebut.
Sementara Site Support PT Supreme Energy Rantau Dedap Adi Alzaidin mengatakan, bahwa pihaknya selalu patuh dan tunduk terhadap peraturan Pemerintah, mewakili PT Supreme Ia menerangkan bahwa sebenarnya apa yang disampaikan oleh pemerintah terkait dengan percepatan perbaikan jalan, bahwa dari pihak Supreme berusaha semaksimal mungkin dalam memberikan terbaik proses jalan ini.
Adi juga menyampaikan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan berkoordinasi dengan Jakarta terkait rencana di tahun depan, yang menurutnya di tahun ini sudah mengakulokasikan anggaran untuk perbaikan jalan sekitar 5 km dari 12 km yang disepakati.
“Harapannya dalam Minggu ini kami sudah bisa memberikan jawaban langsung kepada Pemkab,” katanya.
Adi juga menjelaskan bahwa pihaknya tidak pernah mempunyai janji kepada masyarakat, akan tetapi pihaknya berjanji sesuai kesepakatan yang dibuat dengan Pemda Lahat untuk meningkatkan kwalitas jalan yang dibuat pada tahun 2019.
“Nah itu merupakan kewajiban supreme, bukan berjanji, dan kita berusaha memperbaiki dengan skala keterbatasan yang dilakukan Supreme saat ini secara bertahap,” kata Adi.
Site Support Supreme juga mengatakan, bahwa pihaknya sudah melakukan perbaikan jalan sepanjang beberapa km di jalan Sukarami, Tunggul Bute dan Padang Panjang, dia juga mengatakan memang ada beberapa titik yang belum dilakukannya.
Harapannya dengan adanya pertemuan pada hari pihaknya akan sampaikan kepada manajemennya di Jakarta bahwa kebutuhan jalan ini sudah mendesak, dan mudah-mudahan dalam Minggu ini akan ada jawaban.