– Sentuhan Kemanusiaan dari Dunia Industri untuk Masa Depan Pendidikan
Laporan Iwan
Indonesialivetv.com, TANGERANG— Suasana SDN Saga 2 Desa Saga, Kecamatan Balaraja, Kamis (11/12/2025), berubah menjadi hari yang tak akan dilupakan oleh ratusan siswanya. Mereka menyambut kedatangan tamu istimewa dari PT EDS Manufacturing Indonesia (PEMI) dengan tarian, senyum, dan mata berbinar penuh harapan.
Bukan sekadar seremoni, tetapi sebuah momen humanis ketika dunia industri benar-benar turun tangan menyentuh kebutuhan dasar pendidikan di sekitar mereka.
Presiden Direktur PEMI, Mr. Kazuhisa Maehara, bersama Direktur Sugeng Harianto, disambut dengan pengalungan bunga oleh para siswa—sebuah gestur sederhana namun penuh makna. Kepala Desa Saga, H. Sarnata, hingga Pengawas Dinas Pendidikan Udi turut hadir menyaksikan momen yang menggugah itu.
Kepala SDN Saga 2, Wiwi Susanti, tak mampu menyembunyikan rasa harunya.
“Saya sangat terharu atas kehadiran tamu dari PEMI. CSR ini bukti nyata bahwa perusahaan sangat peka terhadap dunia pendidikan,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Bagi Wiwi, bantuan ini bukan sekadar renovasi gedung perpustakaan. Ini adalah harapan baru bagi anak-anak untuk mendapatkan ruang belajar yang layak—sesuatu yang selama ini mereka rindukan. Ia pun mengenang bahwa dirinya pernah menjadi bagian dari PEMI pada tahun 1992.
“Terima kasih kepada manajemen PEMI. Bantuan ini akan kami jaga dan rawat. Semoga Allah SWT membalas kebaikan ini,” tutur Wiwi.
Perpustakaan lama yang sempit dan minim fasilitas kini berubah wajah. Lantai berkarpet, rak-rak buku tertata rapi, komputer baru siap dipakai, dan ribuan buku bacaan memenuhi ruangan—menghadirkan tempat yang nyaman untuk menumbuhkan budaya literasi.
Bagi siswa-siswi SDN Saga 2, ini lebih dari sekadar bangunan. Ini adalah jendela menuju dunia yang lebih luas.
Presiden Direktur PEMI, Mr. Kazuhisa Maehara, tampak ikut larut dalam kehangatan sambutan dari para siswa.
“Saya sangat terharu. Banyak anak di sini yang sedang menempuh pendidikan dasar. Semoga bantuan CSR ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ucap Maehara dengan senyum lembut.
Sementara itu, Direktur PEMI, Sugeng Harianto, menegaskan bahwa kontribusi terhadap pendidikan adalah bagian dari nilai-nilai perusahaan.
“Renovasi perpustakaan ini adalah wujud komitmen kami. Pendidikan adalah fondasi karakter bangsa. Apa yang diajarkan di perusahaan tentang disiplin dan nilai-nilai kebaikan, kami ingin juga dirasakan oleh masyarakat,” jelasnya.
Sugeng menyebut bahwa kontribusi ini adalah bagian dari semangat Yazaki—perusahaan induk PEMI—untuk menyokong pendidikan seperti yang telah dilakukan di Jepang.
Melalui program CSR kali ini, PEMI memberikan:
Bagi warga Desa Saga, bantuan ini terasa seperti energi baru yang akan menemani tumbuhnya generasi muda yang lebih cerdas dan percaya diri.
Di akhir acara, anak-anak berlarian masuk ke perpustakaan baru mereka. Beberapa langsung membuka buku, sementara yang lain mencoba komputer dengan antusiasme yang tak bisa disembunyikan.
Di sudut ruangan, para guru tampak tersenyum lega.
Perpustakaan ini bukan hanya bangunan. Ini adalah bukti bahwa kepedulian, ketika dilakukan dengan tulus, mampu mengubah wajah pendidikan di desa mereka.
Dan bagi PEMI, hari itu bukan sekadar agenda CSR—melainkan bukti bahwa perusahaan dapat menjadi bagian dari perjalanan masa depan anak-anak Indonesia.