Ketua APKASI Bursah Zarnubi aktif mengunjungi 211 stand peserta selama tiga hari APKASI Expo 2026. Ia mendorong kolaborasi pemerintah daerah, dunia usaha dan berbagai institusi untuk memperluas pasar produk unggulan daerah.
Indonesialivetv.com TANGERANG BANTEN— Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Bursah Zarnubi memanfaatkan momentum APKASI Expo 2026 untuk melihat secara langsung beragam potensi unggulan yang dibawa pemerintah kabupaten dari berbagai penjuru Indonesia.
Selama tiga hari pelaksanaan, 27 hingga 29 Agustus 2026, Bursah berkeliling mengunjungi 211 stand yang menampilkan berbagai produk dan potensi unggulan daerah.
Kehadiran Bursah di setiap stand tidak sekadar menjadi kunjungan seremonial. Ia berdialog dengan peserta, melihat langsung produk yang ditampilkan, sekaligus memberikan motivasi agar potensi ekonomi daerah terus dikembangkan dan mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Kunjungan tersebut mendapat sambutan hangat dari para peserta pameran. Antusiasme juga terlihat dari pengunjung lokal hingga mancanegara yang hadir di arena APKASI Expo 2026.
Suasana semakin meriah ketika Bursah tidak hanya diajak berfoto bersama, tetapi juga beberapa kali diminta untuk bernyanyi oleh peserta maupun pengunjung.
Di balik suasana yang meriah tersebut, Bursah membawa pesan penting mengenai perlunya memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah.
Menurutnya, produk unggulan kabupaten tidak boleh hanya berhenti pada kegiatan pameran. Produk tersebut harus mendapatkan akses terhadap pasar, investasi, jaringan distribusi dan mitra usaha yang mampu membuatnya berkembang.
Karena itu, dukungan terhadap potensi daerah, kata Bursah, tidak cukup hanya datang dari pemerintah kabupaten atau anggota APKASI.
Dunia usaha, wiraswasta dan berbagai institusi juga perlu mengambil bagian dalam membuka peluang kerja sama dan memperluas pemasaran produk-produk daerah.
“Potensi yang dimiliki daerah harus terus kita dorong agar semakin dikenal. Tidak cukup hanya pemerintah daerah, tetapi perlu kolaborasi dengan dunia usaha, wiraswasta dan berbagai institusi,” ujar Bursah.
Ia menekankan, kekuatan ekonomi Indonesia pada dasarnya tidak terlepas dari kekuatan ekonomi daerah. Setiap kabupaten memiliki karakteristik dan keunggulan masing-masing yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru.
Mulai dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan, kerajinan, pariwisata hingga produk UMKM, seluruhnya memiliki peluang untuk dikembangkan dan dipasarkan lebih luas.
MoU di Berbagai Sektor
Dorongan untuk memperkuat kolaborasi tersebut mulai menunjukkan hasil. Hingga penutupan APKASI Expo 2026, sejumlah Memorandum of Understanding (MoU) telah terjalin di berbagai sektor usaha.
Kesepakatan tersebut menjadi salah satu bukti bahwa APKASI Expo tidak hanya menjadi ruang promosi produk daerah, tetapi juga mampu mempertemukan pemerintah daerah dengan calon mitra usaha dan membuka peluang kerja sama ekonomi.
Bursah berharap MoU yang telah ditandatangani tidak berhenti sebagai dokumen kerja sama semata. Ia mendorong agar seluruh kesepakatan dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk program dan kegiatan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Yang paling penting adalah tindak lanjutnya. Kita ingin pameran ini melahirkan kerja sama yang nyata, membuka pasar, mendorong investasi dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah,” ujarnya.
Pameran yang Membuka Peluang
APKASI Expo 2026 yang berlangsung selama tiga hari akhirnya ditutup dengan berbagai catatan positif.
Kehadiran 211 kabupaten dalam pameran tersebut memperlihatkan besarnya keragaman potensi ekonomi yang dimiliki Indonesia. Interaksi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, pengunjung dan calon mitra bisnis juga membuka peluang baru bagi pengembangan produk unggulan daerah.
Bagi APKASI, keberhasilan sebuah pameran bukan semata-mata diukur dari jumlah stand atau banyaknya pengunjung.
Lebih dari itu, keberhasilan juga tercermin dari lahirnya kerja sama, terbukanya jaringan pasar, masuknya investasi dan semakin dikenalnya produk daerah di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan semangat kolaborasi tersebut, APKASI Expo 2026 diharapkan menjadi salah satu pintu masuk bagi kabupaten-kabupaten di Indonesia untuk terus mengembangkan potensi lokal sekaligus memperkuat fondasi perekonomian nasional dari daerah.
Seperti dijelaskan Wakil Bupati Widia Ningsih saat peninjauannya di Stund, Pemerintah Kabupaten Lahat sedang menggalakan produk unggulan seperti kopi Lahat, kain Wastra Perelung yang hampir punah kini dilestarikan kembali, dari sektor pariwisata bahkan hingga seni budaya dan sejarah diangkat kembali.
“Di sini kita pamerkan produk unggulan Lahat. Mulai dari kain tenun khas Lahat, batik, makanan olahan, bibit tanaman, hingga kopi Lahat yang menjadi salah satu produk yang paling populer,” ujar Widia pada hari Kamis 27/08.
(Irhamudin)