Dubes Palestina di Lahat Ungkap Luka Masa Kecil: “Saya Melihat Sendiri Warga Palestina Dibunuh”

Rabu, 9 September 2026

Indonesialivetv.com LAHAT, SUMSEL — Suasana haru mewarnai acara Ramah Tamah Bersama Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E. Mr. Abdalfatah A.K. Alsattari di Pendopoan Bupati Lahat, Rabu (9/9/2026).

Di hadapan jajaran Pemerintah Kabupaten Lahat, unsur Forkopimda, DPRD, tokoh agama, awak media, serta tamu undangan, Duta Besar Palestina menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan masyarakat Indonesia terhadap perjuangan Palestina.

Bupati Lahat Bursah Zarnubi dalam sambutannya menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Palestina bukan sekadar hubungan diplomatik, melainkan persaudaraan yang memiliki akar sejarah panjang.

“Bangsa Indonesia tidak akan pernah meninggalkan saudara-saudara kita di Palestina,” tegas Bursah.

Menurutnya, dukungan Indonesia terhadap Palestina merupakan bagian dari amanat sejarah sekaligus sejalan dengan Pembukaan UUD 1945 yang menegaskan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Bursah juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan perdamaian yang selama ini menjadi kekuatan Indonesia.

“Indonesia dan Palestina adalah saudara. Semoga hubungan persaudaraan kedua bangsa ini senantiasa terjaga dan semakin kuat,” ujarnya.

Dubes Palestina Kenang Kengerian Perang

Sementara itu, Abdalfatah A.K. Alsattari menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang selama ini konsisten menunjukkan dukungan terhadap rakyat Palestina.

Ia secara khusus mengenang aksi solidaritas masyarakat Lahat pada 2025 yang, menurutnya, diikuti lebih dari 50 ribu orang.

Dubes Palestina juga menyebut aksi tersebut berhasil menghimpun dana sekitar Rp500 juta yang kemudian diserahkan kepada pihak Kedutaan Besar Palestina.

“Dengan dukungan sebesar ini, kita bisa terus berjuang dan memberikan dukungan kepada rakyat Palestina,” katanya.

Bagi Alsattari, dukungan masyarakat Indonesia memiliki arti yang sangat dalam. Ia mengatakan solidaritas tersebut membuat rakyat Palestina merasa tidak berjuang sendirian.

“Dukungan dari masyarakat Indonesia membuat kami merasa bahwa kami tidak sendirian,” ujarnya.

Namun, bagian paling emosional dari sambutannya terjadi ketika ia mulai menceritakan pengalaman masa kecilnya saat menyaksikan perang.

Dengan suara penuh kenangan, Alsattari mengisahkan pengalaman ketika dirinya masih berusia sekitar lima tahun. Ia mengatakan keluarganya harus mencari tempat perlindungan ketika serangan dan pengeboman terjadi.

Ia masih mengingat bagaimana dirinya digandeng sang kakak ketika keluarga berusaha mencari tempat yang dianggap aman.

Namun, menurutnya, saat itu hampir tidak ada tempat yang benar-benar aman.

“Kami tidak tahu tempat mana yang benar-benar aman karena kami melihat dan mendengar bom jatuh di berbagai tempat,” tuturnya.

Ia kemudian mengisahkan perjalanan keluarganya menuju kawasan dekat laut untuk mencari perlindungan.

Di tengah situasi tersebut, Alsattari mengaku menyaksikan langsung warga Palestina menjadi korban kekerasan.

“Saya melihat sendiri dengan mata kepala saya warga Palestina dibunuh oleh tentara Israel,” ungkapnya.

Kenangan tersebut, kata dia, masih melekat kuat hingga sekarang.

Ia juga menceritakan bagaimana keluarganya diliputi ketakutan dan keputusasaan saat serangan berlangsung. Mereka hanya berusaha mencari tempat untuk bertahan hidup di tengah situasi perang yang tidak menentu.

“Itulah salah satu pengalaman yang masih saya ingat sampai hari ini,” katanya.

Lahat Tegaskan Solidaritas untuk Palestina

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk kembali menegaskan kuatnya solidaritas masyarakat Lahat terhadap Palestina.

Bupati Bursah Zarnubi menyampaikan bahwa Indonesia akan terus mendoakan rakyat Palestina agar diberikan kekuatan, kesabaran, ketabahan, dan perlindungan dalam menghadapi penderitaan akibat konflik berkepanjangan.

Ia berharap perjuangan rakyat Palestina untuk memperoleh kemerdekaan, perdamaian, keadilan, dan kehidupan yang bermartabat dapat segera terwujud.

“Tidak ada satu pun manusia yang seharusnya kehilangan nyawa akibat penjajahan, kekerasan, dan konflik berkepanjangan,” tegasnya.

Dalam acara tersebut Turut mendampingi Duta Besar Palestina, Sarah A.T. Al Sattari dan putrinya Balqis Sapira Bil Fahqi.

 

Hadir Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih, S.H., M.H.; Kasdim 0405 Lahat Mayor Inf. Subianto; Kapolres AKBP Novi Edyanto SIK MIK,  Danyon TP 894/Prayatna Bumi Letkol Inf. Irfan;  Ketua Pengadilan Agama Roli Wilpa, S.H.I., M.Sy.;  Kepala OPD, Camat, Anggota DPRD Lahat; Ketua FKUB Lahat H. Harudin BA, dan tamu penting lainnya.

Ramah tamah tersebut tidak sekadar menjadi agenda diplomatik. Di Pendopoan Bupati Lahat, pertemuan itu menjadi ruang bagi dua bangsa untuk kembali menegaskan satu pesan: solidaritas kemanusiaan dan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina tetap hidup di Indonesia.

Acara diakhiri dengan pemberian cindera mata dan photo bersama. (Ir)

banner-panjang

Baca Juga

Berita Terkait