Indonesialivetv.com LAHAT – Bupati Bursah Zarnubi bersama Wakil Bupati Widia Ningsih menghadiri sekaligus memberikan dukungan pada malam puncak “Lahat V60 Fun Battle” yang digelar di Dangau Coffee & Eatery, Sabtu malam (23/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Dinas Kominfo, Kadis PPPA, Kadis Perkebunan, Kadis Pemuda dan Olahraga, Kadis PUPR, Sekwan, komunitas barista, pecinta kopi, generasi muda, hingga masyarakat Kabupaten Lahat yang antusias menyaksikan kompetisi seduh kopi metode V60.
Dalam sambutannya, Bupati Lahat Bursah Zarnubi mengapresiasi terselenggaranya kegiatan kreatif yang dinilai mampu menjadi wadah positif bagi generasi muda sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Lahat.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena bukan hanya menjadi ajang kreativitas dan silaturahmi, tetapi juga dapat mendukung tumbuhnya pelaku usaha kopi dan UMKM lokal di Kabupaten Lahat. Kami pemerintah siap support,” ujar Bursah.
Menurutnya, kegiatan seperti “Lahat V60 Fun Battle” perlu terus digelar secara berkelanjutan sebagai upaya memperkenalkan potensi kopi lokal sekaligus meningkatkan daya tarik komunitas kreatif di Bumi Seganti Setungguan.
Acara malam puncak tersebut diisi berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari kompetisi manual brew V60, hiburan musik, hingga sesi kebersamaan antar komunitas kopi dan pengunjung.
Suasana semakin semarak ketika para peserta menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam meracik kopi menggunakan teknik manual brew yang membutuhkan ketelitian, kreativitas, dan cita rasa khas.
Melalui kegiatan ini, diharapkan komunitas kopi di Kabupaten Lahat semakin berkembang dan mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi kreatif daerah.
Sementara itu, Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih mendorong agar Festival Kopi Lahat dapat digelar setiap tahun guna mendukung pengembangan kopi lokal dan UMKM di Kabupaten Lahat.
Menurutnya, kopi Lahat selama ini terus dipromosikan, namun belum banyak didukung dengan kegiatan khusus seperti festival, pelatihan, maupun pengembangan usaha kopi.
“Kami berharap festival kopi ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pelaku UMKM,” katanya.
Widia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Lahat tengah menyiapkan regulasi agar pelaku UMKM, khususnya di sektor kopi, dapat memperoleh bantuan modal usaha melalui dinas terkait. Program tersebut direncanakan mulai diperluas pada tahun 2027.
Selain itu, pemerintah daerah berharap festival kopi dapat memicu lahirnya gerai-gerai kopi baru serta berkembangnya usaha masyarakat berbasis kopi lokal di Kabupaten Lahat. ( Irhamudin )