Laporan : Irhamudin
Indonesialivetv.com LAHAT- Rapat Koordinasi dan Pengentasan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting Kabupaten Lahat berlangsung di Gedung Pertemuan Pemkab Lahat, Selasa 02/12/2025.
Hadir dalam pembukaan rapat itu, Bupati Lahat Bursah Zarnubi S,E, Wabup Widia Ningsih S,H,M,H, Unsur forkopimda /mewakili, stafli bid ekobang, Asisten, ketua GOW, ketua DWP, seluruh kepala OPD, Kabad Kesra, seluruh camat, seluruh lurah, ketua forum kades Kabupaten Lahat, KA Bulog, KA BPS, KA BPJS, ketua Baznas, ketua Muhammadiyah dan sesuai undangan
Feriansyah Eka Putra dalam laporannya menyampaikan bahwa acara itu dengan tema ” Optimalisasi peran TKPK TPPS Dalam Pengentasan Kemiskinan dan Penurunan Stunting Di Kabupaten Lahat.
Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih S,H,,M,H, selaku Ketua pelaksana TKPK dan TPPS menyampaikan, bahwa penanganan masalah kemiskinan dan penurunan stunting merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah pusat pemerintah daerah beserta seluruh pemangku kepentingan termasuk dunia usaha.
Ia menjelaskan, upaya pengentasan kemiskinan dan penurunan stunting akan berdaya guna secara efektif jika penanganan dilakukan lintas sektor dan terkoordinasi menjadi tanggung jawab berbagai pihak, serta mempunyai strategi yang jelas dan terintegrasi antar program yang tertuang dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.
Dia juga menyampaikan tentang pengentasan kemiskinan, target penurunan angka tertuang dalam dokumen rencana pembangunan daerah tahun 2025-2029 ditetapkan target untuk mencapai penurunan kemiskinan dilakukan dengan tiga strategi percepatan utama yaitu :
1, Mengurangi beban pengeluaran masyarakat
2. Meningkatkan pendapatan masyarakat.
3. Mengurangi kantong kemiskinan.
Selain itu disampaikannya isu-isu strategis yang dituangkan dalam program prioritas :
1. Peningkatan kualitas pendidikan dasar melalui peningkatan sarana dan prasarana pendidikan tenaga pendidik dan penjaminan kesempatan setiap masyarakat dalam mendapat pendidikan.
2. Peningkatan kualitas kesehatan dasar melalui peningkatan sarana dan prasarana kesehatan perluasan akses layanan dengan prioritas pelayanan kesehatan pada balita, pencegahan stunting dan penanganan gizi.
3. Peningkatan kualitas infrastruktur dasar melalui pembangunan sarana sanitasi, air bersih dan pembangunan rumah tidak layak huni.
4. Peningkatan akses sibiltas antar wilayah melalui peningkatan sarana prasarana jalan, sarana dasar perumahan rumah tangga masyarakat berpenghasilan rendah, dan masyarakat terdampak bencana.
5. Peningkatan penyediaan lapangan pekerjaan melalui peningkatan investasi, peningkatan keterampilan SDM, fokus pertumbuhan Wira usaha baru, peningkatan kunjungan wisatawan, serta pemberdayaan usaha menengah, usaha kecil, dan usaha mikro ( UMKM) dalam produksi, pemasaran, SDM dan pemanfaatan teknologi.
6. Peningkatan pertumbuhan ekonomi inklusif melalui peningkatan sarana pasar tradisional industri pengolahan kemudahan berinvestasi.
7. Pemanfaatan sumber daya lokal melalui peningkatan produksi pangan diversifikasi pangan intensifikasi dan ekstensifikasi yang memprioritaskan daerah rawan pangan dan sentra produksi pangan
Untuk bantuan sosial seperti program PKH, beladas, UPEK, program kampung usaha peningkatan ekonomi keluarga (KAMPEK).
“Mengakhiri laporan kinerja tim TKPK dan TPPS ini saya mengajak kepada seluruh pemangku kepentingan terutama seluruh tim penanggulangan kemiskinan Kabupaten Lahat dan tim percepat penurunan stunting Kabupaten Lahat agar dapat lebih bersinergi dalam upaya pencapaian target penurunan kemiskinan dan penurunan stunting sehingga kinerja TKPK dan TPPS dapat lebih optimal dan tercapainya target yang ditetapkan di Kabupaten Lahat,” tutup Wakil Bupati Lahat selaku ketua pelaksana TKPK dan TPPS Kabupaten Lahat.